Sampai hari penunggu masa,
Keldai di bahu, besi waja,
Tatkala burung pulang ke sangkar,
Angin ribut datang menjengah,
Kalau bukan pungguk menunggu,
Tiada gunanya berenang ke hilir,
Biarlah kasawari dengan indahnya,
Kita disini bak purnama rimba,
Indah cantik namun dihalang,
Ular di tanah tiada kelihatan,
Kerna kita hanya menunggu,
Sampai hari penunggu masa..
hah, cubalah pahamkan...aku yang tules pon tak paham2...sebenarnya, memula aku tules, sampai hari penunggu masa, tapi bila aku bukak balik kamus ilham dan puitik aku, itu macam terlalu extravaganza dan tersirat melampau...jadi aku tukar ke sampai hari menunggu masa. pastu bila baca balik, alamak, tak powerful plak...jadi, aku tibai balik penunggu masa. maaflah kalau ada maksud tersirat yang terlampau sangat...(itu pon kalau yang leh paham..hehehe)
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.